Universitas Diponegoro (UNDIP) menyelenggarakan kegiatan Penguatan Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara bagi Mahasiswa Baru Penerima Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) Tahun 2025. Kegiatan ini diikuti oleh 184 mahasiswa dan berlangsung selama tiga hari, pada 6–8 November 2025, dengan Hotel Wahid Prime Salatiga sebagai lokasi utama kegiatan.
Selain sesi pembekalan materi, rangkaian kegiatan juga diisi dengan aktivitas outbound yang dilaksanakan di kawasan Senjoyo, Salatiga. Aktivitas ini dirancang untuk memperkuat kerja sama, kepemimpinan, serta membangun kebersamaan antar mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan UNDIP, Heru Susanto, menegaskan bahwa mahasiswa penerima Beasiswa ADik perlu memanfaatkan kesempatan ini sebagai momentum untuk membuktikan kapasitas diri sekaligus menyiapkan kontribusi nyata bagi daerah asal masing-masing. Ia menekankan bahwa keberhasilan studi tidak hanya bergantung pada kemampuan individu, tetapi juga pada kemauan untuk bekerja sama dengan institusi.
Heru mengingatkan agar mahasiswa tidak mengabaikan persoalan akademik yang muncul selama masa perkuliahan. Menurutnya, setiap kendala harus dihadapi dan diselesaikan, baik secara mandiri maupun dengan melibatkan unit kemahasiswaan dan layanan pendukung di universitas.
“Jika menemui masalah dalam perkuliahan, jangan ditinggalkan. Selesaikan. Bila tidak bisa sendiri, datanglah ke bagian kemahasiswaan atau unit terkait. Kami siap membantu, karena keberhasilan kalian juga merupakan tanggung jawab kami. Namun tanggung jawab itu hanya dapat berjalan jika ada kerja sama,” ujarnya.
Beasiswa ADik merupakan program dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) yang ditujukan untuk membuka akses pendidikan tinggi bagi putra-putri Papua, mahasiswa dari wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), serta anak Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah dalam mendorong pemerataan pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Pemilihan Hotel Wahid Prime Salatiga sebagai lokasi utama kegiatan mendukung terselenggaranya rangkaian acara secara terpusat dan kondusif. Fasilitas yang memadai dipadukan dengan aktivitas outbound di Senjoyo memberikan pengalaman pembelajaran yang seimbang antara penguatan wawasan, pembentukan karakter, dan pengembangan kerja sama antar peserta.



